Teman-teman pasti pernah menjumpai eror ketika kita membuat ataupun mempelajari suatu bahasa pemrograman. Bagi kita yang sering bergelut dengan coding atau bahasa pemrograman, sudah dipastikan pernah berjumpa dengan eror. Semua bahasa pemrograman baik itu berbasis desktop ataupun web masing-masing memiliki aturan dalam penulisan sintaks. Terlepas dari apapun itu bahasa pemrogramannya, terdapat beberapa persamaan dalam eror tersebut. Dari beberapa referensi dibagi menjadi 3 tingkatan eror. Yaitu eror tata bahasa ( sintaks ), eror runtime, eror logika ( logical eror ). Kita akan coba membahas satu persatu.

  1. Eror tata bahasa ( sintaks )

Eror tata bahasa (sintaks ) adalah eror yang paling sering kita temui dalam membuat program. Tapi eror jenis ini adalah yang paling mudah kita atasi karena compiler atau intepreter bahasa pemrograman secara langsung mengecek sebelum program tersebut dijalankan. Lokasi baris yang terdapat eror juga langsung ditunjukkan. Kita hanya perlu ketelitian dalam mengatasi eror tersebut. Contohnya seperti kurang tanda titik koma (;) kelebihan kurung kurawal (“}”), dan penggunaan huruf besar kecil pada program. Semua eror tersebut lebih kepada penulisan programnya.

 

  1. Eror runtime

Eror runtime adalah eror yang terjadi pada saat program tersebut dijalankan. Pada umunya eror jenis ini terjadi karena kesalahan proses input, perhitungan aritmatik ataupun output. Contohnya banyak sekali terjadi eror runtime pada saat proses pembagian dengan angka nol (0). Secara penulisan program tidak ada pesan eror. Akan tetapi jika program dijalankan akan terjadi eror “ division by zero “.

 

  1. Eror logika ( logical eror )

Eror logika adalah jenis eror yang paling sulit diatasi diantara jenis-jenis yang lainnya. Eror ini disebabkan bukan karena kesalahan penulisan sintaks ataupun eror runtime, tapi lebih mengacu kepada kesalahan dari si programmer itu sendiri. Dalam kasus ini algoritma yang digunakan salah. jika logika salah, tentunya hasil outputnyapun akan salah. untuk mengetahui letak kesalahannya terkadang kita harus mengkoreksi pengaturan logika progra kita satu persatu ( line by line ).

Sebagai contohnya ketika kita membuat sebuah program pengolah nilai. Jika user menginput nilai 90, harusnya mahasiswa mendapat grade A. Akan tetapi output yang dihasilkan bukan A. Tentunya ada kesalahan logika dari proses tersebut.

Tips untuk meminimalisir kesalahan pada program :

  • Menulis dengan teliti dan ikuti aturan penulisan coding program yang benar dan konsisten.
  • Menulislah dengan rapih, hal ini akan membantu kita lebih cepat menemukan letak kesalahannya.
  • Selalu konsisten dengan penggunaan variabel ataupun sejenisnya. Terkadang eror terjadi karena perbedan huruf besar dan kecil.
  • Pastikan algoritmanya sudah teruji kebenarannya.

Demikian sedikit dari saya. Semoga dapat bermanfaat. Terima kasih.