Padas pembahasan kali ini saya akan mengenalkan sebuah konsep development yang sekarang sudah mulai banyak di gunakan yaitu Tentang Test Driven Development atau yang biasa di singkat dengan TDD. Jadi sebenarnya apa itu yang di maksud dengan TDD (TEST DRIVEN DEVELOPMEN) ?


Test Driven Developmnet merupakan sebuah proses dalam penulisan dan pengembangan proyek prangkat lunak (software development) yang mengedepankan proses pengulangan siklus testing dulu baru code. Maksudnya apa ?

Sebelum saya melanjutkan saya akan memberikan gambaran konsep development yang biasa di pakai yaitu yang masih konvensional, jika pada cara konvensional kita melakukan penulisan code sampai jadi terlbih dahulu baru membuat testing nya di akhir, maka di konsep TDD cara tu tidak di gunakan lagi melainkan di dalam TDD di balik menjadi testing dulu baru tulis kode lalu di ulang terus menerus sampai fitur-firur yang lainya.

Berikut adalah skema alur dari proses TEST DRIVEN DEVELPOMENT :

 

 Implementasinya adalah sebagai berikut :

1. Sebelum menulisakn code nya , kita harus menulis test-nya terlebih dahulu dan pastikan kita memasukan segala kungkinan yang dapat di fikirkan .

2. Jalankan Testing nya , dan lihat hasilnya karena kita belum menulis kode apapun untuk membuat test nya pass(lulus) maka pasti hasilnya akan fail(gagal).

3. Tulis Kode Fitur Sistem artinya kita mulai ngoding atau menulis script di aplikasi/sistem yang ingin dibuat. Script yang ditulis ini adalah script untuk memperbaiki error yang ditunjukkan oleh software testing.

4.Lalu jalankan kembali testing nya utuk mendapatkan pesan error yang berbeda

5. Tulis code lagi untuk memperbaikinya hingga testing pass(lulus)

6. Ulang terus alur 1 sampai 5 , untuk fiutr-fitur software anda yang lainya

JIka di lihat alurnya sangat merpotkan sekali ya ? MEMANG 😀  jika kita menerapkan konsep TDD ini kita di tuntut untuk berkerja dua kali yang tadinya hanya menulis code dahulu setelah jadi semua baru test , kalau di TDD mau tidak mau kita harus buat script test nya dulu baru nulis code nya.

Lalu mengapa konsep TDD ini sangat di rekomendasikan untuk di terapkan ?

Berikut adalah manfaat kalau menggunakan konsep TDD :

  1. Developer dipandu oleh testing dalam proses development.
  2. Semua target spesifikasi harus dituangkan dalam script testing agar mendapatkan fitur yang sesuai keinginan.
  3. TDD dapat mempercepat kerja karena meminimalisir simulasi manual oleh manusia.
  4. Modifikasi sebuah fitur dapat dilakukan “dengan tenang” karena ada Automated Testing yang mem-backup kita.
  5. Menambah percaya diri developer karena dapat membangun aplikasi yang handal teruji.