Sebelum kita belajar laravel, kita harus memahami struktur folder pada laravel tersebut, dengan memahami kegunaan dan struktur foldernya nantinya kita akan lebih mudah dalam membangun sebuah aplikasi. Berikut struktur folder pada laravel yang harus kita pahami.

  • app/Http/Controller

Seperti biasanya framework PHP yang berbasis MVC (View, Model, Controller), pada folder inilah nantinya seluruh controller ditempatkan. Didalam folder controller kita juga dapat menambahkan sub folder untuk memilah milah controller sesuai dengan kebutuhan.

  • app/Http/Controller/Auth

Folder ini merupakan folder bawaan dari laravel, yang berfungsi untuk membuat authentication milik laravel, nantinya controller yang digunakan terletak di dalam folder ini.

  • app/Http/Middleware

Middleware bisa dikatakan sebagai jembatan yang menghubungkan antara request yang masuk dengan controller. Jadi request tidak langsung masuk kedalam controller, tapi akan di filter terlebih dahulu di middleware. Sebagai contoh untuk mengakses Post Controller diharuskan user untuk melakukan login kesistem terlebih dahulu, jika user belum terauthentifikasi, maka akan di redirect ke halaman lain atau ke halaman home, dan biasanya middleware ini dijadikan gerbang untuk mengakses controller utama, namun user harus melakukan login terlebih dahulu untuk dapat menggunakan fitur yang terdapat pada back-end.

  • config

Pada folder config berisikan konfigurasi dari system core laravel maupun package tambahan, seperti file app.php yang akan sering kita gunakan untuk mendaftarkan package tabahan dari laravel.

  • database/factories        

Model factories ini berfungsi sebagai pembuatan data dummy (fake). Biasa nya digunakan ketika dalam masa pengembangan aplikasi yang membutuhkan data dummy.

  • database/migration

pada umumnya jika kita akan membuat sebuah table pada database maka kita dapat menggunakan terminal, atau kita juga dapat membuat langsung dengan menggunakan SQL Client, namun jika kita menggunakan laravel kita dapat membuat table pada database dengan menggunakan fitur migrations.

  • database/seeds

pada folder seeds ini berisi file database seeder. Biasanya digunakan untuk mengisi data awal di dalam database. Misalnya mendaftarkan user admin didalam table, agar user bisa langsung memakai aplikasi (kalau sudah production).

Oke teman-teman itulah pembahasan kita tentang Memahami Struktur Folder Pada Laravel part 1 kita akan lanjutkan pada Memahami Struktur Folder Pada Laravel Part 2.

Semoga bermanfaat.

Terima kasih.

WhatsApp chat