Belajar membuat aplikasi mobile tidak harus langsung dimulai dengan proyek sebesar marketplace, media sosial, atau aplikasi transportasi online. Justru untuk pemula, aplikasi sederhana menjadi pilihan yang lebih tepat karena kamu bisa fokus memahami cara kerja fitur dasar tanpa dibuat pusing oleh terlalu banyak sistem.
Ada banyak ide aplikasi mobile untuk pemula yang bisa dijadikan proyek latihan. Meskipun sederhana, proyek tersebut tetap bisa membantu memahami konsep penting dalam mobile development, mulai dari membuat tampilan, menerima input pengguna, menyimpan data, sampai membuat navigasi antarhalaman.
Lalu, aplikasi seperti apa yang cocok dibuat saat baru belajar?
1. Aplikasi To-Do List
Aplikasi to-do list bisa menjadi proyek pertama yang menarik. Konsepnya sederhana, pengguna dapat menambahkan daftar kegiatan, menandai tugas yang sudah selesai, mengeditnya, atau menghapus tugas.
Dari aplikasi ini, kamu bisa belajar membuat form, tombol, daftar data, dan fitur CRUD atau Create, Read, Update, Delete.
Walaupun terlihat sederhana, konsep CRUD akan sangat sering ditemukan dalam pengembangan aplikasi yang lebih kompleks.
2. Aplikasi Catatan Sederhana
Ide berikutnya adalah aplikasi catatan atau notes. Pengguna bisa membuat catatan baru, memberikan judul, mengedit isi, kemudian menyimpannya.
Proyek ini bisa digunakan untuk mulai belajar bagaimana aplikasi menyimpan dan menampilkan kembali data pengguna.
Setelah versi sederhananya berhasil dibuat, kamu bisa menambahkan fitur seperti kategori, pencarian, atau penanda catatan favorit.
3. Aplikasi Kalkulator
Kalkulator menjadi salah satu contoh aplikasi mobile untuk pemula yang cukup populer.
Tidak harus langsung membuat kalkulator dengan rumus yang rumit. Mulailah dengan operasi dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
Dari proyek sederhana ini, kamu bisa belajar bagaimana tombol menerima input, menjalankan logika tertentu, kemudian menampilkan hasil kepada pengguna.
4. Aplikasi Daftar Belanja
Aplikasi daftar belanja memiliki konsep yang hampir mirip dengan to-do list, tetapi bisa dikembangkan menjadi lebih menarik.
Pengguna dapat menambahkan nama barang, jumlah yang ingin dibeli, harga, hingga menandai barang yang sudah masuk keranjang.
Kamu juga bisa menambahkan fitur perhitungan otomatis untuk mengetahui perkiraan total belanja. Dengan begitu, satu proyek bisa digunakan untuk mempelajari beberapa konsep sekaligus.
5. Aplikasi Pengingat Minum
Ide aplikasi mobile sederhana lainnya adalah pengingat minum air.
Pada versi dasar, aplikasi dapat mencatat berapa gelas air yang sudah diminum dalam sehari. Setelah memahami dasarnya, kamu bisa menambahkan target harian dan notifikasi pengingat.
Proyek seperti ini menarik karena mulai mengenalkan fitur smartphone yang lebih nyata, seperti penggunaan notifikasi.
6. Aplikasi Resep Masakan
Suka memasak? Coba jadikan resep sebagai proyek latihan.
Buat aplikasi yang berisi daftar makanan. Ketika salah satu menu dipilih, aplikasi akan menampilkan bahan dan langkah memasaknya.
Dari sini, kamu bisa belajar membuat beberapa halaman, navigasi, menampilkan gambar, serta mengatur informasi agar mudah dibaca.
Setelah semakin mahir, tambahkan fitur pencarian atau favorit untuk meningkatkan fungsinya.
7. Aplikasi Informasi Cuaca
Jika sudah mulai memahami dasar pembuatan aplikasi, coba naik satu tingkat dengan membuat aplikasi cuaca sederhana.
Proyek ini bisa menjadi cara untuk belajar menggunakan API. Aplikasi akan meminta data cuaca dari layanan tertentu, kemudian menampilkannya kepada pengguna.
Dari sini kamu mulai memahami bahwa data dalam aplikasi tidak harus selalu dibuat atau disimpan sendiri. Aplikasi juga bisa berkomunikasi dengan layanan lain untuk mendapatkan informasi.
Tidak Harus Langsung Membuat Aplikasi yang Rumit
Saat belajar membuat aplikasi mobile untuk pemula, tujuan utamanya bukan menghasilkan aplikasi dengan puluhan fitur. Lebih baik membuat satu aplikasi sederhana yang benar-benar berfungsi daripada proyek besar yang akhirnya berhenti di tengah jalan.
Mulailah dengan satu fitur utama. Setelah berhasil, tambahkan fitur lain secara bertahap. Misalnya aplikasi to-do list sederhana bisa dikembangkan dengan kategori, pengingat, pencarian, hingga sistem login.
Cara seperti ini membuat proses belajar terasa lebih terarah sekaligus membantu memahami bagaimana sebuah aplikasi berkembang dari versi sederhana menjadi lebih lengkap.
Kesimpulan
Ada banyak aplikasi mobile yang bisa dibuat oleh pemula, mulai dari to-do list, catatan, kalkulator, daftar belanja, pengingat minum, resep, hingga aplikasi cuaca. Tidak masalah jika proyek pertama terlihat sangat sederhana karena dari sanalah dasar mobile development mulai terbentuk.
Bagi kamu yang ingin belajar membuat aplikasi secara lebih terarah, DUMET School menyediakan kursus Mobile Developer yang bisa dipelajari mulai dari dasar. Kamu bisa belajar memahami proses pembuatan aplikasi hingga mempraktikkan berbagai fitur yang dibutuhkan dalam mobile development. Dengan fondasi yang kuat, nantinya kamu bisa mulai mengembangkan aplikasi yang lebih kompleks untuk portofolio, kebutuhan bisnis, maupun persiapan masuk ke dunia kerja.