Setiap kali kamu membuka aplikasi di iPhone, entah itu aplikasi belanja, streaming musik, atau media sosial favorit kamu, ada satu hal yang bekerja diam-diam di balik tampilan yang mulus itu: kode pemrograman. Dan tidak semua bahasa pemrograman bisa dipakai untuk membangun aplikasi iOS. Apple punya ekosistemnya sendiri, dengan bahasa-bahasa tertentu yang dirancang atau dipilih khusus untuk platform mereka.
Buat kamu yang penasaran ingin terjun ke dunia iOS development, memahami bahasa pemrograman yang digunakan adalah titik awal yang paling penting. Artikel ini akan membahas tuntas bahasa-bahasa tersebut dengan cara yang mudah dipahami, bahkan oleh yang belum punya latar belakang programming sekalipun.
Swift: Bahasa Utama iOS Development Saat Ini
Kalau kamu bertanya bahasa apa yang paling relevan untuk belajar iOS development sekarang, jawabannya adalah Swift. Bahasa ini diluncurkan Apple pada tahun 2014 dan sejak saat itu langsung menjadi standar utama pengembangan aplikasi di seluruh ekosistem Apple, termasuk iOS, macOS, iPadOS, watchOS, dan tvOS.
Swift dirancang dengan filosofi yang cukup ramah untuk pemula. Sintaksnya bersih, mudah dibaca, dan tidak terlalu bertele-tele dibanding bahasa lama. Tapi jangan salah, di balik tampilannya yang sederhana, Swift adalah bahasa yang sangat powerful dan digunakan oleh developer profesional di seluruh dunia untuk membangun aplikasi skala besar.
Beberapa keunggulan Swift yang perlu kamu tahu:
- Performa tinggi yang mendekati bahasa tingkat rendah seperti C
- Sistem keamanan tipe data yang ketat, sehingga meminimalkan bug
- Dukungan penuh dari Apple dengan pembaruan rutin
- Komunitas developer yang besar dan aktif
- Open source, sehingga terus berkembang dengan kontribusi dari berbagai pihak
Bagi siapapun yang serius ingin menjadi iOS developer, Swift adalah bahasa yang wajib dipelajari pertama kali.
Objective-C: Bahasa Lawas yang Masih Relevan
Sebelum Swift hadir, Objective-C adalah satu-satunya pilihan untuk membangun aplikasi di platform Apple. Bahasa ini sudah digunakan sejak era awal macOS dan menjadi tulang punggung iOS development selama bertahun-tahun sejak iPhone pertama diluncurkan pada 2007.
Meskipun Swift kini menjadi pilihan utama, Objective-C belum sepenuhnya hilang dari industri. Banyak aplikasi iOS besar yang dibangun jauh sebelum Swift ada, masih menggunakan Objective-C di bagian inti kodenya. Artinya, developer yang bekerja di perusahaan dengan codebase lama masih perlu memahami bahasa ini.
Objective-C punya sintaks yang cukup unik dan berbeda dari bahasa modern lainnya. Bagi pemula, mempelajarinya memang lebih menantang dibanding Swift. Tapi memahami Objective-C bisa jadi nilai tambah yang signifikan di mata perekrut, terutama di perusahaan yang punya aplikasi dengan sejarah panjang.
SwiftUI vs UIKit: Bukan Bahasa, tapi Perlu Kamu Tahu
Saat belajar iOS development, kamu pasti akan bertemu dua istilah ini: SwiftUI dan UIKit. Keduanya bukan bahasa pemrograman, melainkan framework atau kerangka kerja yang digunakan bersama Swift untuk membangun tampilan aplikasi.
UIKit adalah framework lama yang sudah ada sejak awal iOS. Cara kerjanya lebih verbose atau membutuhkan lebih banyak kode untuk menghasilkan sebuah tampilan. Tapi karena sudah sangat matang, UIKit punya dokumentasi yang lengkap dan komunitas yang besar.
SwiftUI adalah framework baru yang diperkenalkan Apple pada 2019. Pendekatannya lebih modern dengan sistem deklaratif, artinya kamu cukup mendeskripsikan tampilan yang kamu inginkan dan SwiftUI akan mengurusnya. Hasilnya, kode jadi lebih ringkas dan pengembangan terasa lebih cepat.
Untuk pemula yang mulai belajar sekarang, banyak developer senior menyarankan untuk belajar SwiftUI sebagai titik masuk, sambil tetap mengenal dasar-dasar UIKit karena masih banyak digunakan di aplikasi yang sudah ada.
Dart dan Flutter: Pilihan Cross-Platform yang Makin Populer
Dart adalah bahasa pemrograman yang dikembangkan Google dan digunakan bersama framework Flutter. Menariknya, dengan Flutter kamu bisa membangun aplikasi yang berjalan di iOS dan Android sekaligus hanya dengan satu basis kode. Ini yang membuat Flutter dan Dart semakin diminati, terutama oleh startup dan tim pengembang kecil yang ingin efisiensi waktu dan biaya.
Dari sisi performa, aplikasi Flutter tidak jauh berbeda dengan aplikasi native. Tampilannya juga bisa dibuat sangat menyerupai desain iOS yang khas. Jadi meskipun bukan bahasa “asli” iOS, Dart dan Flutter adalah pilihan yang sah dan banyak digunakan di industri saat ini.
React Native dengan JavaScript: Opsi Lain yang Tak Kalah Populer
React Native adalah framework buatan Meta yang memungkinkan developer membangun aplikasi iOS menggunakan JavaScript. Bagi yang sudah punya background web development, ini bisa jadi jalan masuk yang lebih mudah ke dunia mobile development.
Banyak aplikasi besar yang dibangun dengan React Native, termasuk beberapa versi awal Facebook, Instagram, dan berbagai aplikasi fintech ternama. Ekosistemnya besar, komunitasnya aktif, dan banyak library siap pakai yang mempercepat proses development.
Kelemahannya, untuk fitur-fitur yang sangat spesifik ke platform iOS, React Native terkadang masih membutuhkan kode native Swift atau Objective-C. Tapi untuk sebagian besar kebutuhan aplikasi umum, React Native sudah lebih dari cukup.
Bahasa Mana yang Sebaiknya Dipelajari Duluan?
Jawabannya tergantung pada tujuan kamu. Untuk yang ingin fokus menjadi iOS developer native dan bekerja di perusahaan teknologi besar, Swift adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Kuasai Swift, pelajari SwiftUI dan UIKit, dan kamu sudah punya pondasi yang sangat kuat.
Untuk yang ingin lebih fleksibel dan bisa mengerjakan proyek iOS maupun Android sekaligus, Flutter dengan Dart atau React Native dengan JavaScript bisa jadi pilihan yang lebih strategis.
Yang paling penting adalah mulai dengan satu bahasa, kuasai dasarnya secara mendalam, dan bangun proyek nyata dari sana. Belajar sedikit dari banyak bahasa sekaligus justru sering memperlambat perkembangan.
Mulai Karier Mobile Developer Kamu di DUMET School
Memilih bahasa yang tepat adalah langkah pertama, tapi perjalanan menjadi iOS developer yang kompeten butuh lebih dari sekadar tahu teorinya. Kamu perlu bimbingan yang terstruktur, latihan yang konsisten, dan proyek nyata yang bisa masuk ke portofolio.
DUMET School menyediakan kursus Mobile Developer yang dirancang untuk membawa kamu dari pemula hingga siap terjun ke industri. Kamu akan belajar langsung dari instruktur berpengalaman, memahami alur pengembangan aplikasi secara profesional, dan membangun proyek yang bisa langsung kamu tunjukkan saat melamar kerja atau mengambil klien.
Tidak perlu menunggu waktu yang tepat, karena waktu terbaik untuk mulai belajar adalah sekarang. Daftarkan dirimu di DUMET School dan jadikan impian menjadi mobile developer sebagai kenyataan yang bisa dicapai langkah demi langkah.