Dulu saat belum paham dengan coding, setiap kali melihat website, aku sering kepikiran, bagaimana ya cara membuat website seperti itu? Apa saja yang harus dipelajari untuk membuat website?
Ternyata, belajar membuat website alias menjadi seorang web developer itu bukan hanya soal menghafal bahasa pemrograman. Tapi, ada beberapa bagian yang perlu dipahami secara bertahap, terutama kalau ingin bisa membuat website dari tampilan sampai sistem di baliknya.
1. HTML dan CSS
Ini bisa dibilang sebagai dasar untuk membuat tampilan website. HTML digunakan untuk menyusun struktur halaman, sedangkan CSS mengatur tampilannya. Setelah paham dengan keduanya, kita bisa lanjut belajar framework seperti Bootstrap untuk membantu membuat tampilan yang lebih rapi, responsive, dan lebih cepat.
2. JavaScript
Website tidak selalu cukup dengan tampilan yang bagus saja. Biasanya, akan ada tombol, formulir, menu, animasi, sampai berbagai interaksi yang membuat halaman terasa lebih hidup. Nah, di sinilah JavaScript digunakan. Bahasa ini juga menjadi bagian penting dalam pengembangan frontend, termasuk saat menggunakan React.
3. PHP, MySQL, dan Laravel
Kalau frontend lebih banyak berhubungan dengan apa yang dilihat pengguna, backend bekerja di balik layar. PHP bisa digunakan untuk membangun logika aplikasi, sedangkan MySQL digunakan untuk mengelola database. Setelah memahami dasarnya, Laravel bisa dipelajari untuk membantu membangun aplikasi berbasis PHP dengan struktur yang lebih teratur.
4. RESTful API
Saat sebuah aplikasi perlu berkomunikasi dengan sistem atau layanan lain, kita akan bertemu dengan API. Memahami RESTful API bisa membantu kita mengetahui bagaimana data dikirim dan diterima antar aplikasi. Bagian ini juga cukup penting saat membangun aplikasi yang lebih kompleks.
5. Git dan GitHub
Menjadi developer juga berarti berurusan dengan kode yang terus berubah. Git membantu mencatat perubahan kode, sedangkan GitHub bisa digunakan untuk menyimpan dan mengelola proyek secara online. Menurutku, ini termasuk kemampuan yang sebaiknya mulai dikenalkan sejak mengerjakan proyek sendiri.
6. Docker dan AWS
Setelah memahami cara membuat aplikasi, ada bagian lain yang tidak kalah penting, yaitu bagaimana aplikasi tersebut dijalankan dan ditempatkan di salam server. Docker membantu menyiapkan lingkungan aplikasi secara lebih konsisten, sedangkan AWS menyediakan berbagai layanan cloud untuk menjalankan aplikasi.
Kesimpulan
Jadi, kalau ingin menjadi web developer, belajarnya memang cukup panjang dan memakan banyak waktu. Tapi tidak perlu dikuasai sekaligus. Mulai dari HTML dan CSS, lanjut ke JavaScript, lalu pelan-pelan masuk ke backend dan berbagai teknologi pendukungnya. Yang penting kita bisa memahami fungsi setiap bagian dan terus berlatih membuat proyek.
Untuk kamu yang ingin belajar semua ini, DUMET School menyediakan paket kursus Fullstack Developer yang di dalamnya akan belajar bagaimana cara membuat website aplikasi mulai dari nol sampai benar-benar jadi dan paham luar dalamnya coding.
Semoga pertanyaan Apa Saja yang Harus Dipelajari untuk Jadi Web Developer ini terjawab ya! Sampai jumpa di artikel yang selanjutnya 🙂