Melihat AI yang sekarang bisa membuat website hanya dari perintah sederhana, aku sempat kepikiran, sebenarnya karier web developer masih menjanjikan nggak, sih?

Dulu, untuk membuat website kita perlu belajar coding dari dasar, memahami struktur halaman, sampai mengerti bagaimana bagian frontend dan backend bekerja. Sekarang, cukup memberikan instruksi ke AI, website atau aplikasi bisa langsung dibuat dalam hitungan menit, lengkap dengan kodenya.

Tapi menurutku, justru di sinilah peluangnya.

AI Tidak Membuat Skill Coding Jadi Tidak Berguna

AI memang bisa membantu membuat kode, tapi memahami kode yang dihasilkan tetap menjadi keunggulan besar.

Orang yang sudah punya dasar web development akan lebih mudah mengetahui apakah kode dari AI sudah benar, mencari penyebab error, memperbaiki fitur, sampai mengembangkan website sesuai kebutuhan klien.

Ini juga yang membuat vibe coding terasa berbeda bagi orang yang memang memahami dasar pemrograman.

Orang yang hanya mengandalkan AI mungkin bisa membuat website terlihat bagus. Tapi saat muncul masalah atau kebutuhan yang lebih spesifik, belum tentu tahu harus melakukan apa.

Sementara web developer yang menggunakan AI bisa menjadikan AI sebagai alat untuk mempercepat pekerjaannya.

Web Developer + AI Bisa Jadi Kombinasi Menarik

Menurutku, daripada melihat AI sebagai saingan, lebih menarik melihatnya sebagai asisten.

Misalnya, pekerjaan yang biasanya membutuhkan waktu berjam-jam untuk membuat struktur kode, mencari solusi, atau melakukan pekerjaan berulang bisa dibantu AI. Waktu yang tersisa bisa digunakan untuk memikirkan pengalaman pengguna, kebutuhan bisnis, dan kualitas website.

Jadi, kemampuan coding tetap penting, tapi cara menggunakannya juga ikut berubah.

Peluangnya Tidak Hanya dari Indonesia

Hal lain yang menurutku membuat karier web developer masih menjanjikan adalah peluang mendapatkan proyek dari luar negeri.

Website masih dibutuhkan oleh bisnis di berbagai negara. Artinya, seorang web developer tidak harus selalu mencari klien dari lingkungan sekitar atau dalam negeri saja.

Dengan portofolio yang bagus, kemampuan komunikasi, dan skill yang cukup, peluang untuk mengambil proyek internasional juga terbuka. Apalagi pembayaran proyek freelance dari luar negeri biasanya menggunakan mata uang seperti dolar.

Jadi, Masih Menjanjikan?

Menurutku, iya.

Justru kombinasi antara kemampuan web development dan AI bisa menjadi salah satu skill yang menarik untuk dipelajari. AI membantu mempercepat proses kerja, sementara pemahaman web development membuat kita tetap bisa mengontrol, mengevaluasi, dan mengembangkan hasilnya.

Jadi, kalau sekarang baru ingin belajar web development, menurutku belum terlambat. Yang penting jangan hanya belajar cara menulis kode, tapi pahami juga bagaimana sebuah website bekerja.

Karena di era AI, orang yang paling diuntungkan bukan cuma yang bisa menggunakan AI, tapi orang yang tahu apa yang harus dibuat, tahu cara mengeceknya, dan tahu bagaimana memperbaikinya saat AI tidak memberikan hasil yang tepat.

Kalau ingin mulai belajar web development dengan lebih terarah, DUMET School juga menyediakan Kursus Fullstack Developer yang sudah terintegrasi dengan AI. Jadi, selain mempelajari dasar hingga pengembangan frontend dan backend, proses belajarnya juga disesuaikan dengan perkembangan teknologi sekarang. Cocok untuk kamu yang ingin punya bekal web development sekaligus belajar memanfaatkan AI dalam proses membuat website.

Semoga artikel ini bisa menjawab pertanyaanmu mengenai web developer di era ai saat ini ya! Sampai jumpa di artikel yang selanjutnya 🙂