Hingga saat ini, profesi web developer masih banyak diminati oleh para pelaku industri. Ini disebabkan karena kita berada di era digital, dimana setiap orang melakukan berbagai macam hal melalui media digital. Salah satunya adalah website. Meskipun benar saat ini kebanyakan orang menggunakan social media untuk keperluan pribadi maupun bisnis, tapi website masih menjadi salah satu identitas yang dibutuhkan untuk menunjukkan keberadaan diri atau bisnis.
Untuk membuat website secara profesional, kita dapat menjadi seorang web developer. Tapi, apakah memungkinkan untuk menjadi seorang web developer tanpa latar belakang IT? Tentu saja, sangat memungkinkan.
Banyak Web Developer Sukses dari Nol
Pada kenyataannya, ternyata ada banyak web developer profesional yang awalnya bukan dari jurusan IT atau teknik komputer! Bahkan, beberapa dari mereka awalnya bekerja atau bersekolah di bidang keuangan, desain grafis, kuliner, dan sebagainya. Yang membuat mereka berhasil menjadi seorang web developer meskipun sangat berbeda 180° adalah tekad dan konsisten untuk terus belajar.
Siapapun yang ingin belajar dan berusaha dapat memasuki dunia web development. Apalagi saat ini sumber belajar sudah tersedia banyak entah di internet maupun tempat-tempat lainnya, mulai dari yang gratis, hingga yang berbayar. Kita bisa memulainya dari nol hingga akhirnya menjadi lebih profesional.
Tips Menjadi Web Developer
Untuk kamu yang ingin switch career menjadi seorang web developer, ada beberapa tips yang bisa dilakukan:
1. Belajar Bahasa pemrograman Dasar
Memang benar coding tidak mungkin bisa dikuasai dalam satu hari saja. Tapi, kita dapat belajar secara perlahan mulai dari bahasa pemrograman dasar. Biasanya, kita dapat belajar HTML, CSS, dan JavaScript untuk membangun website dari dasar. Ini adalah fondasi utama dari pembuataan website.
2. Pahami Konsep Frontend dan Backend
Web Developer biasanya terbagi menjadi 3 bagian. Dengan memahami konsep ini, kita dapat menentukan ingin fokus pada bagian apa.
- Frontend: bagian tampilan website yang langsung dilihat oleh pengunjung website
- Backend: bagian belakang website (dashboard) yang mengatur logika dan database website
- Fullstack: mengatur kedua bagian website (frontend dan backend)
3. Rajin Latihan dan Membuat Proyek Kecil
Mempelajari web development membutuhkan lebih banyak praktik daripada mempelajari teorinya. Kita harus rajin berlatih dan mencoba membuat proyek kecil seperti mencoba membuat tampilan website-website terkenal, re-design website, atau membuat website pribadi dengan kompleksitas yang terus dinaikkan sedikit demi sedikit.
4. Bergabung dengan Komunitas
Ada banyak komunitas web developer yang dapat ditemukan. Kita dapat memanfaatkannya sebagai wadah untuk bertanya, berbagi pengalaman, dan mendapatkan inspirasi dari para web developer yang sudah expert. Sebagai contoh, kita dapat mencarinya di Facebook Group.
5. Mengikuti Program Kursus
Tentunya kita tahu ya, ada banyak materi gratis yang tersedia di internet. Tapi, jika kita belajar melalui program kursus yang terstruktur, biasanya akan membantu kita untuk mempercepat proses belajar dan memahami coding dengan lebih detail lagi. Apalagi kita akan didampingi oleh pengajar yang memang sudah ahli dan berpengalaman dalam bidang web developer. Ini akan menjadi nilai plus yang sangat menguntungkan.
Kesimpulan
Menjadi seorang web developer tanpa ada latar belakang IT sama sekali bukanlah hal yang mustahil. Jika kita memiliki tekad yang kuat, rajin melakukan latihan, dan mendapatkan bimbingan yang tepat, kita dapat menguasai web developer.
Kamu ingin switch career menjadi seorang web developer? DUMET School memiliki paket kursus fullstack developer yang cocok untuk pemula. Kamu akan belajar mulai dari nol hingga menjadi lebih expert dalam membangun website apapun.
Segera hubungi kami untuk informasi selengkapnya 🙂
Semoga artikel Apa Bisa Jadi Web Developer Tanpa Latar Belakang IT bermanfaat ya! Sampai jumpa di artikel yang selanjutnya!